

Dalam rangka memperkuat tata kelola organisasi kemahasiswaan serta mendorong terciptanya iklim demokrasi yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan, kampus menggelar kegiatan Pembentukan Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi intra kampus. Acara ini mengusung tema besar “Wujudkan Demokrasi Kampus yang Berintegritas dan Berdaya Saing”, sebuah gagasan yang menegaskan pentingnya proses demokratis yang tidak hanya jujur dan transparan, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin muda yang kompetitif, inovatif, dan siap bersaing di era global.
Pembukaan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, Dr. Adriana Palimbo, S.Si.T., M.Kes., CIRR, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa PEMIRA bukan sekadar proses pemilihan, melainkan bagian dari pembelajaran demokrasi yang sesungguhnya. Ia menyampaikan bahwa iklim kampus harus menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk berpendapat, berkompetisi secara sehat, serta mengekspresikan gagasan-gagasan perubahan yang konstruktif.
Beliau juga menekankan bahwa integritas adalah pondasi utama dalam pelaksanaan PEMIRA. Setiap tahapan, mulai dari pembentukan panitia, pendaftaran calon, kampanye, hingga proses pemilihan harus dijalankan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi ini, menurutnya, akan membentuk karakter pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.
Selain itu, Dr. Adriana Palimbo menyoroti pentingnya daya saing di dalam proses demokrasi kampus. Dalam era digital dan persaingan global, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi, dan adaptasi terhadap gagasan baru. Melalui PEMIRA, kampus berharap muncul pemimpin muda yang siap membawa organisasi mahasiswa menuju program-program unggul dan berimpact.
Materi dan Penguatan Demokrasi oleh Narasumber
Turut hadir sebagai narasumber adalah Bapak Jami Hariadi Saputra, S.Kep., Ns, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai pentingnya tata kelola demokrasi kampus yang kuat dan berkelanjutan. Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa PEMIRA merupakan bagian penting dalam regenerasi kepemimpinan mahasiswa, sehingga mekanismenya harus melibatkan partisipasi aktif dan kesadaran kritis dari seluruh elemen mahasiswa.
Beliau memaparkan beberapa poin penting, di antaranya:
1. Pemilu Raya sebagai Laboratorium Demokrasi
PEMIRA menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai demokrasi: kebebasan berpendapat, kejujuran, sikap sportif, serta penghargaan terhadap perbedaan. Kampus adalah miniatur masyarakat, sehingga PEMIRA adalah ruang latihan yang nyata untuk membentuk karakter kepemimpinan.
2. Tantangan Integritas dalam Proses Pemilihan
Bapak Jami Hariadi mengingatkan bahwa integritas adalah tantangan terbesar dalam setiap proses pemilihan, baik di tingkat kampus maupun di ruang publik. Oleh karena itu, panitia dan peserta harus menjunjung tinggi etika, menjauhkan diri dari praktik manipulatif, serta menjaga netralitas dan fairness dalam setiap tahapan.
3. Membangun Pemimpin Berdaya Saing Global
Narasumber menekankan bahwa pemimpin mahasiswa masa kini harus memiliki kemampuan analitis, komunikasi yang kuat, serta pemikiran kreatif untuk merancang program kerja yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui PEMIRA, mahasiswa dituntut tidak hanya berkampanye, tetapi juga menawarkan visi dan misi yang realistis, inovatif, dan berdampak bagi kemajuan organisasi.
4. Kolaborasi sebagai Fondasi Organisasi Kemahasiswaan
Menurut beliau, demokrasi kampus tidak hanya berhenti pada proses pemilihan, tetapi juga bagaimana pemimpin terpilih mampu membangun kolaborasi lintas organisasi. Sinergi ini sangat diperlukan untuk memperkuat ekosistem kemahasiswaan yang produktif dan inklusif.
Harapan untuk Masa Depan Demokrasi Kampus
Kegiatan pembentukan PEMIRA ini diharapkan menjadi awal dari terselenggaranya pemilihan umum mahasiswa yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas. Melalui tema “Wujudkan Demokrasi Kampus yang Berintegritas dan Berdaya Saing”, kampus menegaskan komitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki karakter pemimpin yang bertanggung jawab dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Dengan keterlibatan mahasiswa yang semakin luas, dukungan penuh dari pimpinan kampus, serta pendampingan narasumber yang kompeten, PEMIRA diharapkan menjadi tonggak penting menuju tata kelola organisasi mahasiswa yang semakin matang dan berkelanjutan