PKM-RSH

Upaya Percepatan Penurunan Stunting-Tim PKM-RSH Prodi DIV Promosi Kesehatan Universitas Sari Mulia Mengembangkan Media Edukasi ABCD-Stunting Berbasis Budaya Lokal

Mahasiswa D4 Promosi Kesehatan Universitas Sari Mulia kembali raih Prestasi dengan lolosnya pendanaan ke VIII Diktiristek (19/04/24). Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang tahun 2024 kembali digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta sengan ribuan judul karya ilmiah mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia.

Dalam surat nomor 2546/E2/DT.01.00/2024 yang dikeluarkan oleh diktiristek, salah satu karya ilmiah Mahasiswa D4 Promosi Kesehatan yang berhasil lolos untuk diberikan hibah pendanaan berjudul “Representasi Nilai Maasi, Manuntung, Maher dalam Media A Behaviour Centered Design Secara Visual-Auditory-Kinesthetic untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting”

PKM ini didampingi oleh Dosen Nurul Hidayah, SKM., M.Kes yang diiketuai oleh Norliana Ekawati (D4 Promosi Kesehatan angkatan 2021),dan beranggotakan Nur Ariska Ramadhana (D4 Promosi Kesehatan angkatan 2022), dan Amelia Kartika (S1 Kebidanan angkatan 2022). Bentuk media ABCD-Stunting ini adalah permainan yang bersifat inovatif dan kreatif yang berisi informasi tentang pecegahan stunting yang menggunakan metode visual (penglihatan), auditory (pendengaran), dan kinesthetic (gerak tubuh).  Media ABCD-Stunting terdiri dari 4 games yaitu 1) Kartu komprehensif yang berisi informasi tentang cara mengkonsumsi dan manfaat tablet tambah darah, 2) kartu faktor berisi informasi tentang pola makan gizi seimbang, 3) kartu baik buruk berisi informasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, dan 4) kartu benar salah yang berisi informasi tentang pencegahan stunting secara umum

Gaya edukasi pada media ini berfokus pada pemberian pengalaman belajar secara langsung, menyenangkan, dapat merangsang pikiran, minat belajar dan perasaan. Selain itu juga menggunakan bahasa daerah dan nilai budaya yang ada di masyarakat yaitu nilai maasi (patuh), manuntung (bertanggungjawab), dan maher (terbiasa) sehingga pesan yang disampaikan mudah untuk dipahami dan diingat, maka terciptalah perilaku positif.

Manfaat yang diharapkan dari pengembangan media edukasi berbasis budaya lokal ini adalah agar dapat membantu pemerintah dan Dinas Kesehatan maupun institusi terkait dalam program pencegahan stunting. Adanya perubahan perilaku yang positif tentang pencegahan stunting kedepannya diharapkan akan berdampak pada penurunan angka kejadian stunting khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan dan di Indonesia. Selain itu, manfaat media ini juga merepresentasikan nilai-nilai yang ada di masyarakat Banjar sehingga akan lebih dikenal oleh masyarakat luas.